Menu

Mode Gelap

Berita WIB ·

Tagar #Desperate Viral di LinkedIn, Simbol Frustasi Pencari Kerja


 Tagar #Desperate Viral di LinkedIn, Simbol Frustasi Pencari Kerja Perbesar

Malang – Fenomena tagar #Desperate yang viral di LinkedIn telah menjadi sorotan. Tagar ini bukan sekadar tren belaka, melainkan cerminan dari keputusasaan yang dirasakan oleh banyak pencari kerja, terutama generasi muda.

Courtney Summer Myers, seorang desainer grafis asal Inggris, menjadi pelopor tren ini. Akibat kesulitan mendapatkan pekerjaan, Myers memutuskan untuk mengganti label “Open to Work” di profil LinkedIn-nya dengan tagar #Desperate. Tak disangka, tindakannya ini memicu gelombang serupa di kalangan pencari kerja lainnya.

Beberapa faktor yang menyebabkan munculnya fenomena #Desperate antara lain:

  • Persaingan yang ketat: Jumlah pencari kerja terus meningkat, sementara ketersediaan lapangan kerja tidak sebanding.
  • Otomatisasi: Perkembangan teknologi membuat banyak pekerjaan tergantikan oleh mesin, sehingga semakin menyulitkan pencari kerja.
  • Ekspektasi yang tinggi: Generasi muda memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap karier mereka, namun tidak selalu sejalan dengan realitas pasar kerja.

 

Tren #Desperate memiliki implikasi yang luas bagi dunia kerja, di antaranya:

  • Kesehatan mental: Tekanan untuk mendapatkan pekerjaan dapat berdampak negatif pada kesehatan mental para pencari kerja.
  • Produktivitas: Pencari kerja yang merasa putus asa cenderung kurang produktif dan sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru.
  • Perubahan dalam strategi perekrutan: Perusahaan perlu mengubah strategi perekrutan mereka untuk menarik dan mempertahankan talenta terbaik.

 

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, perusahaan, dan individu. Beberapa solusi yang dapat dilakukan antara lain:

  • Meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan: Memastikan lulusan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
  • Memperkuat program magang dan magang kerja: Memberikan kesempatan bagi lulusan untuk mendapatkan pengalaman kerja yang nyata.
  • Membangun jaringan sosial yang kuat: Membantu pencari kerja terhubung dengan potensi pemberi kerja.

Fenomena #Desperate adalah sebuah panggilan bagi kita semua untuk memperhatikan masalah pengangguran dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik.

Dengan bekerja sama, kita dapat mengatasi tantangan ini dan menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang.

Hubungi kami (klik gambar)

Artikel ini telah dibaca 151 kali

Baca Lainnya

Alternatif Cerdas Kerja di Eropa: Tanpa Lama Nunggu Visa, Tanpa Ribet!

28 Juli 2025 - 14:40 WIB

Seorang pria Indonesia berdiri di percabangan jalan dengan koper, mengenakan kaos oranye dan celana jeans, menghadap papan penunjuk arah bertuliskan "Germany", "Netherlands", dan "Serbia: Jalur Cepat ke Eropa – Visa Cepat". Ia memilih jalur menuju Serbia. Ilustrasi bergaya 3D dinamis ini menggunakan kontras warna oranye-biru, mewakili perjalanan migrasi legal. Cocok untuk kampanye Binamandiri dengan tagar #KaburAjaDulu.

Dulu Ngebut di Surabaya, Sekarang Jadi Sopir Online di Eropa. Gajinya Bikin Kaget!

23 Juli 2025 - 10:45 WIB

3 Alasan Kenapa Kerja di Luar Negeri Itu Bukan Cuma Mimpi Kalangan Elit

21 Juli 2025 - 10:44 WIB

Kerjanya Nyetir, Gajinya Euro! Siap-Siap #KaburAjaDulu

16 Juli 2025 - 10:53 WIB

Mau Kerja di Amerika Serikat? Bisa! Bahkan Kalau Cuma Lulusan SMA

15 Juli 2025 - 11:52 WIB

Cari Peluang Kerja di Luar Negeri? Ini 10 Negara Terbaik Tahun 2025

14 Juli 2025 - 14:03 WIB

Trending di Blog